Suatu Hari di Bulan Juni - Special Episode 2
Sejak hari itu, gue selalu ketemu dia, entah itu di halte atau di dalam bus. Duduknya agak random sih dia, kadang di tengah kadang di belakang, tapi dia nggak pernah ambil bagian depan. Gaya berpakaiannya sederhana dengan warna-warna hangat dan selalu senada. Dia selalu menenteng tas tote bag, tapi beda-beda warnanya. Kadang hitam, kadang abu-abu, kadang putih. Dia nggak pernah main hape di dalam bus. Seringnya liat ke luar jendela atau nggak liatin orang-orang di dalam bus. Pernah satu kali mata kami bertemu dan gue langsung membuang muka. Jantung gue mau copot rasanya. Sejauh ini gue belum pernah denger suaranya sih—selain waktu dia ucapin makasih dengan suara yang hampir nggak bisa didenger—sampai akhirnya bus yang kami tumpangi ngerem mendadak dan sebuah hand cream menggelinding ke dekat kaki gue. Mati gue. “Emm itu … maaf, boleh tolong ambilin hand cream yang deket kaki … Kakak, nggak?” Suaranya lembut banget, gais. Gue menunduk, lalu mengambil hand cream terse...
