Kata Orang, Jatuh Cinta Itu ...
Kata orang, jatuh cinta itu sulit. Sulit menahan rindu, sulit menahan cemburu, sulit menahan kecewa, sulit menahan rasa, sulit menahan luka, sulit menahan air mata, dan sulit menahan dia agar tak pergi.
Kata orang, jatuh cinta itu juga melelahkan. Lelah disakiti terus-menerus, lelah berjuang tapi tak dihargai, lelah berharap, lelah berpura-pura, dan lelah menunggu sesuatu yang tak pasti.
Tapi kenapa meskipun sulit dan melelahkan, kita masih tak ingin melepaskan? Kenapa meskipun tak seindah yang dibayangkan, kita masih ingin merasakan? Ah, sepertinya aku tahu. Mungkin karena keajaiban cinta itu sendiri. Mungkin karena bahagia yang dirasa ketika cinta itu datang menghampiri. Seperti bagaimana pertama kali kita bertemu dengannya, malu-malu menyapanya, menebak-nebak perasaannya, menunggu pesan darinya, hingga berjalan berdua dengannya. Bahkan, tak apa bila dia tak merasakan hal yang sama, asal kita bisa berada di dekatnya.
Sesederhana itu.
Tapi ... kenapa setelah memiliki, rasanya tidak sesederhana itu lagi? Kenapa rasanya menjadi rumit? Kenapa semua hal mendadak jadi terasa sulit dan melelahkan? Ah, sepertinya aku tahu. Ego kitalah yang merusak semuanya. Ego kitalah yang terus menuntut lebih. Padahal, bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri, bukan tentang hak memiliki.
Jadi, tak apa bila kau tak memilikinya sekarang. Tak apa bila kau bukan miliknya sekarang. Nikmatilah dulu perasaan itu sendiri, sebelum kau bagikan kepadanya nanti.