Selamat Menempuh Hidup Baru!

  Kemarin aku baru menerima ijazah SMA. Sudah lulus. Hari ini aku mulai membereskan buku-buku pelajaran yang sudah berdebu karena didiamkan berbulan-bulan lamanya dan mengosongkan lemari agar nanti dapat dipakai untuk mengisi yang baru. Tapi entah mengapa, saat memasukkan semua buku itu ke dalam kardus, rasanya aku tak tega. Aku merasa ... semua ini berjalan terlalu cepat. Bagaimana mungkin tiga tahun berjalan begitu cepat? Bagaimana mungkin dua belas tahun berlalu begitu saja? Rasanya, kemarin aku baru mendaftar SMA, mencari seragam ke pasar bersama ibuku, berkenalan dengan teman-teman baru, menyukai kakak kelas, jatuh cinta diam-diam dengan teman sekelas, patah hati, sembuh, dan bermain kembali. Sekarang? Aku sudah bukan anak sekolah lagi. Aku sudah tidak memakai seragam lagi, entah itu putih-merah, putih-biru, ataupun putih-abu-abu. Aku sudah menutup lembaran episode hidupku yang kesekian, dan bersiap untuk memulai yang baru.

Tapi mengapa lembaran di depan terasa sangat mengerikan? Kenapa lembaran selanjutnya terasa begitu asing dan hampa? Kenapa rasanya aku tidak ingin melangkah maju? Ada sebuah dunia baru di depan sana. Dunia yang tidak pernah aku masuki. Dunia yang tak pernah aku pijaki. Apakah aku bertahan di dalam dunia baru itu? Jujur, aku belum siap. Aku takut. Takut akan apa yang terjadi ke depannya. Takut kalau aku takkan berhasil melaluinya. Tapi kemudian, setelah melihat ke belakang, setelah melihat begitu banyak langkah yang telah aku ambil sejauh ini, perlahan-lahan, keyakinan itu tumbuh dan keberanian itu muncul. Karena mau tidak mau, siap tak siap, hidup akan terus berjalan dan aku harus terus melangkah. Entah itu dengan terseok-seok ataupun berlari kencang.

Jadi, teruslah berjalan. Hingga di ujung nanti. Hingga nanti kita bertemu lagi.

Selamat menempuh hidup baru, Angkatan 2020.